IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ICT DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ICT DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH ALIYAH DARUS SHIBYAN KARANGDUREN BALUNG JEMBER



PROPOSAL TESIS

Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian

Yang dibimbing oleh:



1. Dr. H. Hepni, S. Ag, M.M

2. Dr. H. Ubaidillah, M. Ag





Oleh:

Nama : Adi Purwanto

NIM : 0849119032







INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA

2020







A. Judul Penelitian

“Implementasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Ict Dalam Meningkatkan Efektifitas Kegiatan Belajar Mengajar Dan Administrasi Di Madrasah Aliyah Darus Shibyan”




B. Konteks Penelitian

Seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi, maka upaya-upaya yang ditujukan untuk mengembangkan kualitas agar citra Madrasah tidak se
lalu menjadi nomor dua setelah sekolah umum yang lain. Sejalan dengan perkembangan global, madrasah menghadapi tantangan di bidang manajerial yang cukup mendasar. Harapan dari berbagai pihak agar pendidikan dikelola dengan pola manajemen pendidikan modern merupakan salah satu perkembangan yang muncul dalam era kompetitif saat ini.
Perubahan paradigma pengelolaan madrasah dibutuhkan agar kegiatan pembelajaran dan manajemen madrasah dapat berjalan efektif, diantaranya alur penyampaian informasi dan komunikasi antara pihak madrasah terhadap para stakeholdernya, sehingga dapat berimplikasi pada meningkatnya mutu madrasah dan menjadikannya lembaga pendidikan yang unggul. Untuk menjamin agar informasi dapat mengalir dengan baik dalam sebuah lembaga pendidikan perlu dikembangkan sebuah sistem informasi manajemen pendidikan yang melibatkan komponen internal dan eksternal lembaga pendidikan untuk menjamin alur informasi yang efektif dan berkualitas, yaitu tersedianya teknologi informasi yang didukung oleh sumber manusia yang mampu mengoperasikannya.[1]
Berbicara tentang pendidikan, saat ini tuntutan pendidikan tidak hanya memunculkan kualitas yang berbasis kepada pemenuhan standar yang memadai sebagai jawaban terhadap berbagai tuntutan. Kualitas memang mutlak perlu tetapi tidak berhenti sampai kualitas saja. Karena itu, dalam kegiatan belajar mengajar dan administrasi komponen-komponen seperti high performance, efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang didukung oleh ICT dan values yang kokoh merupakan satu kesatuan yang harus terintegrasi dengan rapi dan cantik ke dalam sistem manajemen. Sistem manajemen seperti inilah yang disebut dengan sistem manajemen berbasis keunggulan. Sistem manajemen seperti ini jauh melampaui tuntutan kualitas yang bias dipersepsikan sebagai titik akhir pendidikan.[2]
Saat ini, ICT (Information Communication Technology) atau lazim disebut dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan dan membuat masyarakat lebih dinamis.[3] Bahkan, menjadi bagian yang sangat penting dalam kegiatan organisasi/kelembagaan pendidikan maupun bisnis.[4] Pemanfaatan ICT bukan hanya sekedar prestise atau lifestyle manajemen pendidikan modern, akan tetapi kehadirannya juga berfungsi sebagai penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik lembaga pendidikan tersebut yang bermuara pada meningkatnya kinerja dan kualitas output.[5]
Pengadosian ICT dalam dunia pendidikan dimulai sejak akhir tahun 1980an dengan munculnya perpaduan antara teknologi komputer yang terdiri dari perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).[6] Sejak saat ini dunia pendidikan memiliki nuansa baru, yaitu bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat komputer yang dapat diaplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan.[7]
Dunia pendidikan dewasa ini selain membutuhkan pemenuhan komputer beserta koneksinya (hardware dan software) juga membutuhkan sumber daya manusia (brainware) yang mumpuni untuk mengerakkannya. Proses belajar mengajar yang dulunya disebut pengajaran, akan tetapi sekarang disebut pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi sistem penerimaan informasi/pemrosesan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dan proses transfer of knowledge dilakukan dengan menggunakan papan tulis sebagai sarana utama, ruangan dikelola dengan format yang statis dan guru menjadi satu-satunya informan yang expect dalam bidangnya (teacher centered).[8] Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi internal dengan kondisi eksternal individu. Kondisi internal merupakan keadaan didalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar, sedangkan kondisi eksternal merupakan rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam melakukan proses pembelajaran.[9]
ICT bukan hanya sebatas bagaimana mengoperasikan komputer saja, namun bagaimana menggunakan teknologi untuk berkolaborasi dan berkomunikasi, melakukan penelitian dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam proses pembelajaran yang semakin kompleks dan berkembang secara dinamis, dengan teknologi informasi dan komunikasi ini akan membuat belajar menjadi lebih menarik, biaya juga lebih murah dan waktu yang dipergunakan menjadi lebih efektif.[10]
Dryden dan Vos menyimpulkan dari hasil penelitian mereka bahwa dalam sistem pendidikan yang terbukti berhasil, citra diri ternyata lebih penting dari materi pelajaran. Dengan demikian, konsep pendidikan masa depan ialah diarahkan kepada bagaimana membangkitkan gairah siswa untuk belajar secara menyenangkan (how student learn). Salah satu pendekatan dan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan aspek tersebut ialah dengan pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran.[11]
Hal ini perlu dijabarkan lebih lanjut kaitannya dengan pendapat besarnya pengaruh ICT dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pendidikan.[12] Keberadaan ICT dalam dunia pendidikan sudah dianggap kebutuhan mutlak. Badan pendidikan dunia, UNESCO, dalam beberapa publikasinya menyatakan pentingnya pemanfaatan ICT dalam bidang pendidikan. Tim gabungan Kementerian Komunikasi dan Informasi, Departemen Pendidikan Nasional (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) serta Departemen Agama (Kementerian Agama) mengidentifikasi beberapa peranan strategis Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Sistem Pendidikan Dasar dan Menengah. Peranan itu ialah 1) sebagai gudang ilmu pengetahuan, 2) sebagai alat bantu pembelajaran, 3) sebagai fasilitas pendidikan, 4) sebagai standar kompetensi, 5) sebagai penunjang administrasi pendidikan, 6) sebagai alat bantu manajemen sekolah, dan 7) sebagai infrastruktur pendidikan.[13] Sejak tahun 2004 Indonesia telah menandatangani komitmen dalam World Summit on Information Society (WSIS) yang salah satu butirnya menyatakan bahwa pada tahun 2015 paling tidak 50% dari populasi penduduk harus dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Pentingnya ICT dalam pendidikan dan perlunya rumusan yang jelas tentang pemanfaatannya dalam proses pembelajaran agar betul-betul memberi peran dalam pencapaian tujuan pendidikan merupakan tugas semua pemangku kepentingan pendidikan terutama para pemegang kebijakan.
Saat ini, di banyak negara penguasaan ICT termasuk inti dari pendidikan, di samping keterampilan membaca, menulis dan berhitung.[14] Penerapan dan pengembangan ICT dalam pendidikan di Indonesia menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional. Penerapan ICT di dalam pengembangan pendidikan ke depan bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan kepada masyarakat. Secara internal kelembagaan penerapan dan pengembangan ICT menjadi tulang punggung sistem tata kelola pendidikan menuju good governance yang transparan dan akuntabel. Efisiensi akan banyak dicapai melalui pemanfaatan ICT tanpa harus merusak nilai-nilai kemanusiaan. Justru sistem ICT yang dikembangkan harus mampu mengangkat harkat dan nilai-nilai kemanusiaan dengan terciptanya layanan publik yang lebih bermutu dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia di dalam zaman global dan kompetitif ini.[15]
Dalam Sistem Pendidikan Nasional, ICT masuk ke dalam ranah fasilitas atau Sarana dan Prasarana Pendidikan. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Pasal 45 ayat 1 sampai 2:
“Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua asatuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah”.[16]
Kemudian selanjutnya secara khusus, Sarana dan Prasarana sebagai penunjang pendidikan bagi peserta didik diatur tersendiri di dalam Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 menganai standar sarana dan prasarana, disitu diterangkan bahwa ICT (yang kemudian disebut oleh pemerintah dengan seperangkat komputer, dan lan-lain) termasuk dalam kategori media pembelajaran dan sekolah sekurang-kurangnya mempunyai 1 unit komputer untuk menunjang pendidikan.[17]
Masuknya ICT ke dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia merupakan suatu keharusan yang wajib diberlakukan, karena ICT langsung dan cepat dapat merubah peradaban masyarakat di sebuah negara menjadi lebih maju. Pergulatan-pergulatan kebijakan publik mengenai sistem pendidikan nasional juga menjadi salah satu point mengapa harus dilakukan suatu perubahan, dikarenakan tingkat kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi yang semakin berkembang. Namun, keberadaan ICT dalam dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini masih sebatas pengadaan proyek dari pemerintah untuk memenuhi lembaga-lembaga pendidikan dengan benda- benda elektronik belum sepenuhnya 100% bermanfaat dan bernilai guna bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan disebabkan kurangnya konsep manajemen dalam mengelola ICT dan minimnya sumber daya manusia yang benar-benar mumpuni untuk mengaplikasikannya. Menurut Geger Riyanto (2005) sebagaimana yang dikutip oleh Asmani mengatakan bahwa ICT bagi dunia pendidikan seharusnya bermakna tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan, kenyataan yang terjadi pemanfaatannya, pengembangannya, dan penerapan ICT untuk dunia pendidikan di Indonesia baru mulai marak menjelang millenuim ketiga ini. Padahal, pemanfaatan ICT di bidang pendidikan telah menjadi hal lazim di Amerika Serikat sejak dua dasawarsa lalu, hal ini sekaligus memberikan bukti bahwa Indonesia masih tertinggal dalam dunia pendidikan.[18]
Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan sejauh mana implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT di Madrasah Aliyah Darus Shibyan Karangduren Balung Jember kaitannya dalam meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administrasi. Adapun pemilihan lokasi penelitian ini di Madrasah Aliyah Darus Shibyan Karangduren Balung Jember, dimana madrasah ini sudah menerapkan ICT untuk menunjang efektifitas kegiatan akademik maupun administrasinya. Madrasah ini menekankan pada keluasan wawasan pengetahuan, spiritualitas dan penguasaan IT (Information Technology). Madrasah Aliyah Darus Shibyan Karangduren Balung Jember baru berdiri pada tahun 2017 dan telah memiliki kebijakan implementasi IT. Dan hal ini tercermin dalam tagline yang digunakan yaitu “Bernuansa Islami, Berbasis IT, dan Berwawasan Lingkungan”. Terdapat dua kebijakan yang mengenai sistem ICT yang sangat mendasar. Pertama, penyediaan server dan ruang khusus server. Server ini yang melayani semua unit komputer atau terminal yang menghubungkan semua komputer di madrasah. Siswa tidak lagi hanya mendengarkan materi yang disampaikan guru, namun siswa bisa langsung mengunduh bahan ajar yang sudah tersedia di website madrasah kemudian mencari bahan rujukan secara mandiri.

C. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam kegiatan belajar mengajar di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember?
2. Bagaimana implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam kegiatan administrasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember?
3. Bagaimana dampak implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administrasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember?


D. Tujuan Penelitian
Berpijak dari fokus penelitian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mendeskripsikan implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam kegiatan belajar mengajar di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember.
2. Mendeskripsikan implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam kegiatan administrasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember.
3. Mendeskripsikan dampak implementasi sistem informasi manajemen berbasis ICT dalam meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administrasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember.


E. Manfaat Penelitian
Dalam tataran teoritis dan praktis, sebuah penelitian akan memberikan kontribusi bagi obyek dan sesuatu yang diteliti. Dalam hal ini, peneliti memperoleh beberapa manfaat penelitian selama peneliti berada dalam kegiatan penelitian. Manfaat penelitan tersebut dikemukakan dalam manfaat teoritis dan manfaat aplikatif.

1. Manfaat Teoritis
a) Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan manajemen pendidikan Islam pada khusunya.
b) Hasil penelitian ini untuk menginformasikan pentingnya sistem informasi manajemen di madrasah untuk bersaing di era globalisasi.
c) Hasil penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana sebenarnya pengelolaan sistem informasi di madrasah dengan baik dan benar, yang dapat menunjang dan meningkatkan kualiatas pembelajaran, nilai UAS dan output peserta didik.

2. Manfaat Aplikatif
a) Bagi pembaca dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pengelolaan sistem informasi di madrasah yang baik dan benar.
b) Bagi IAIN Jember dapat memberikan khazanah pengetahuan dan tambahan referensi bagi penelitian selanjutnya.
c) Bagi lembaga yang diteliti dapat menjadi kiblat dan pertimbangan tentang pengelolaan sistem informasi di madrasah yang baik dan benar.

F. Definisi Istilah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pelebaran makna penelitian, kesalahpahaman dalam penelitian, dan kerancuan tema penelitian, maka di sini penelitian akan memberikan beberapa definisi dan pengertian seputar tema dalam penelitian ini.

1. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) berbasis ICT adalah penerapan ICT (Information and Communication Technologi) yang menyediakan informasi bagi penggunanya untuk mengolah, menyimpan dan mengambil kembali dalam rangka pengambilan keputusan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan evaluasi organisasi/ lembaga. Tujuan utama dari implementasi SIM ini untuk memenuhi kebutuhan data atau informasi dengan cepat, tepat dan akurat kepada semua unsur di lingkungan sekolah.

2. Efektifitas belajar mengajar dan administrasi
Efektifitas yaitu perolehan hasil secara maksimal dan pemenuhan sasaran atau tujuan yang hendak dicapai dalam bidang akademik/pembelajaran yang meliputi: kurikulum, materi/bahan ajar, pedagogi (strategi dan gaya pembelajaran) dan penilaian. Dan juga dalam bidang administrasi yang meliputi: tata kelola sekolah/manajemen sekolah, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana.

3. Madrasah
Madrasah pada hakekatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Al-Quran dan As-sunnah. Dalam aplikasinya madrasah diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraannya dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi suatu jalinan kurikulum. Madrasah juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Madrasah juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah. Dalam penyelenggaraannya memadukan keterlibatan dan partisipasi aktif lingkungan belajar yaitu sekolah, rumah dan masyarakat.[19]
Hemat penulis, madrasah adalah sekolah yang penyelenggaraannya memadukan pendidikan umum dan nilai-nilai serta ajaran Islam dalam satu bangunan kurikulum yang utuh untuk menciptakan siswa yang memiliki kecerdasan intelektual (intelegen quotient), kecerdasan emosional (emotional quotient) dan kecerdasan spiritual (spritual quotient) yang tinggi serta kemampuan beramal (kerja) yang ihsan dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dan pelibatan yang optimal dan koperatif antara guru dan orang tua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetensi murid.
Dari beberapa definisi istilah di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana madrasah merancang, mengorganisasi, mengaplikasikan serta mengevaluasi sistem informasi yang didukung oleh ICT yang berlandaskan nilai-nilai keislaman untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam area belajar mengajar maupun administrasi.

Admin Bloger

Semua ada ditangan kita.. jangan takut dengan perubahan

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم