KAJIAN PUSTAKA IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ICT DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH

A. KAJIAN PUSTAKA


1. Penelitian Tedahulu


Pada bagian ini dicantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, dari penelitian yang sudah terpublikasi (artikel, tesis, disertasi, dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini maka dapat dilihat orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan. Penelitian terdahulu adalah upaya peneliti mencari perbedaan dan persamaan untuk menemukan inspirasi baru untuk penelitian selanjutnya. Penelitian terdahulu juga memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah:


a. Penelitian Lee Yong Tay, Siew Khiaw Lim, Cher Ping Lim, Joyce Hwee Ling Koh[1] yang menguji pendekatan pedagogis dalam pembelajaran bahasa Inggris dan matematika dengan menggunakan ICT di sekolah dasar di Singapura. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan tentang perbedaan pendekatan pedagogis yang dilakukan oleh guru matematika dan guru bahasa Inggris. Frekuensi penggunaan ICT dalam pembelajaran bahasa Inggris lebih tinggi. Guru matematika hanya sesekali saja menggunaka ICT dalam pembelajaran. Namun, guru bahasa inggris memfasilitasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dari dan menggunakan teknologi. Garis besar dari penelitian ini adalah untuk menguji pendekatan pedagogis dalam pembelajaran bahasa Inggris dan matematika dengan menggunakan ICT yang akhirnya melahirkan perbedaan antara pendekatan pedagogis kedua komponen tersebut.


b. Berbeda dengan penelitian Khalid Abdullah Bingimlas[2] yang menganalisa rintangan agar sukses dalam mengintegrasikan ICT dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Temuan dari penelitian ini adalah guru memiliki hasrat yang sangat kuat untuk mengintegrasikan ICT dalam pendidikan, namun menemui banyak rintangan. Rintangan terbesarnya adalah kurang percaya diri, kurang menguasai dan kurang mengakses sumber-sumber rujukan. Dalam penelitian ini yang diungkap adalah tentang analisis pengintegrasikan ICT dalam kegiatan belajar mengajar dengan hasil penelitian bahwa seorang guru memiliki hasrat yang sangat kuat untuk mengintegrasikan ICT dalam pendidikan.


c. Sejalan dengan penelitian Philip Achimugu, Oluwatolani Oluwagbemi dan Adeniran Oluwaranti[3] yang mengungkapkan bahwa penyebaran ICT sangat berdampak positif pada Perguruan Tinggi di Nigeria dan pada perkembangan mahasiswa S-1 dan pasca sarjana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran ICT menjadi pendorong yang sangat besar terhadap reformasi pendidikan dan menjadi bagian integratif dari kebijakan pendidikan Perguruan Tinggi di Nigeria.


d. Erat kaitannya dengan penelitian Maureen Jackson[4] yang mempelajari nilai penyediaan ICT dan penggunaanya dalam pengembangan sadar informasi bagi siswa tingkat lanjut. Penelitian ini dilakukan di Colleges of F.E. dan enam kondisi sekolah yang berbeda. Penelitian ini berhasil menemukan bahwa strategi F.E. dalam pengembangan sadar informasi bagi peserta didik sangat kecil sekali. Sehingga banyak peserta didik yang kesulitan dalam mengakses, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara efektif.


Berikut tabel perbedaan penelitian dengan penelitian sebelumnya guna mempermudah pembaca.

Adapun penelitian penulis fokus bagaimana menerapkan sistem informasi manajemen di lingkungan madrasah dengan menggunakan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) baik dalam bidang akademik maupun administrasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif, maka harapan temuan dari penelitian ini adalah ditemukannya konsep atau alur manajemen sistem informasi berbasis ICT yang menunjang efektifitas kegiatan akademik dan admnistrasi madrasah.






2. Kajian Teori


a. Pengertian Sistem


Ludwig mendefinisikan sistem sebagai seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu.[5]


Berbeda dengan A. Rapport yang berpendapat sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.[6]


William A. Shorde dalam bukunya Organization and Management menyebutkan ada sekitar enam ciri sebuah sistem, yaitu perilaku berdasarkan tujuan tertentu, keseluruhan, keterbukaan, terjadi transformasi, terjadi korelasi, memiliki mekanisme kontrol artinya terdapat kekuatan yang mempersatukan dan mempertahankan sistem yang bersangkutan.[7]


Kesimpulan penulis, sistem merupakan perpaduan antar elemen/unsur baik secara konseptual maupun fisik yang berkaitan erat satu dengan lainnya dan berjalan atau dijalankan secara teratur untuk meraih tujuan yang diinginkan.


b. Pengertian Informasi


Budi Sutedjo mendefinisikan informasi sebagai hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada.[8]


Senada dengan Samuel Elion yang menyatakan informasi sebagai sebuah pernyataan yang menjelaskan suatu peristiwa (suatu objek atau konsep) sehingga manusia dapat membedakan sesuatu dengan lainnya.[9]


Lain halnya dengan Gordon B. Davis yang mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun saat mendatang.[10]


Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah dengan cara tertentu agar mudah dimengerti oleh penerima.






c. Pengertian Manajemen


Secara etimologis, kata manajemen berasal dari kata bahasa Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja manage yang artinya menangani. Manage diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata lain kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen ataa mengelola.[11]


Menurut Mary Parker, manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang (The art of getting things done through people).[12] 3 Sedangkan menurut Sondang P. Siagian dalam Arikunto, manajemen adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.[13] Hersey mengatakan “We Shall define management as working with and through individual to accomplish organizational goals”[14]


Pada intinya manajemen itu adalah kerjasama, dan kerjasama itu sendiri adalah melibatkan orang lain dengan harapan dapat mencapai suatu tujuan. Dari pengertian tersebut ada tiga hal yang merupakan unsur dari manajemen yaitu: (1) usaha kerjasama, (2) oleh dua orang atau lebih, dan (3) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. ketiga unsur tersebut menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.


Jika pengertian ini diterapkan pada usaha pendidikan yang terjadi pada sebuah organisasi, menurut Arikunto bahwa definisi manajemen pendidikan itu adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien.[15]


Manajemen sebagai suatu ilmu dan teknik untuk mengurus dan mengelola tidak terlepas dari fungsi-fungsi dan kewajiban manusia yang telah ditetapkan Allah SWT, antara lain bahwa manusia berfungsi sebagai khalifah dan manusia berkewajiban mengemban amanat Allah SWT. Dalam Ajaran Islam, manajemen memiliki prinsip atau kaidah, yaitu: (1) Prinsip amar ma‟ruf nahi mungkar (QS. Ali Imran: 104), (2) kewajiban menegakkan kebenaran (QS. Al-Isra‟: 18 dan Ali Imran: 60), (3) menegakkan keadilan (QS. An-Nisa‟: 58 dan Al-A‟raf: 29), dan (4) keadilan menyampaikan amanat (QS. An-Nisa‟: 58 dan Al-Baqarah: 283).[16]


d. Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Joseph F. Kelly mendefinisikan SIM sebagai perpaduan antara sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang berlandaskan komputer yang menghasilkan kumpulan penyimpanan, perolehan kembali, komunikasi dan penggunaan data untuk tujuan operasi manajemen yang efisien dan bagi perencanaan bisnis.[17]


Gordon B. Davis mendefinikan SIM merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.[18]


George M. Scott berpendapat bahwa SIM adalah sekumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi, yang memberikan informasi baik untuk kepentingan operasi atau kegiatan manajerial[19]


Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen adalah kumpulan elemen perangkat keras, program-program dan sumber daya manusia dalam memproses data menjadi informasi dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan evaluasi pada sebuah organisasi/lembaga.


Sistem informasi manajemen tidak hanya lazim digunakan dalam dunia bisnis, melainkan juga berkembang dalam dunia pendidikan. SIM Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.[20]


Menurut Kusrini & Koniyo Andri dalam suatu sistem informasi terdapat komponen – komponen sebagai berikut:[21] (1) Perangkat keras (hardware; (2) Perangkat lunak (software) atau program, yaitu sekumpulan intruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data; (3) Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki; (4) Orang, yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi; (5) Basis data (database), yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain – lain yang berkaitan dengan penyimpanan data; (6) Jaringan komputer dan komunikasi data, yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.


Sedangkan menurut Darmawan & Fauzi sistem informasi memiliki 5 komponen utama[22] pembentuk yang dapat diuraikan sebagai berikut:


1. Komponen Perangkat Keras (hardware)
Perangkat keras meliputi piranti fisik seperti komputer, printer, alat komunikasi dan jaringan nirkabel.

2. Komponen Perangkat Lunak (software)
Software adalah kumpulan program yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu pada komputer, sedangkan program merupakan kumpulan perintah komputer yang tersusun secara sistematis.[23] Software meliputi pertama, sistem perangkat lunak yang terdiri dari sistem operasi yaitu pengendali hubungan antar komponen, interpreter yaitu software menerjemahkan bahasa yang dimengerti oleh manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer, dan kompiler. Kedua, adalah aplikasi.


3. Komponen Sumber Daya Manusia (brainware)
Sumber daya manusia atau brainware merupakan bagian terpenting dalam Sistem Informasi Manajemen. Sumber daya manusia sebagai pemantau, pengoperasi dan pengguna manajemen sistem informasi sangat menentukan tingkat kesuksesan organisasi tersebut.[24]


4. Komponen jaringan Komputer ( Netware)

5. Komponen Sumber Data (dataware)
Menurut Gondodiyoto terdapat 3 tujuan utama dari sistem informasi, yaitu :[25]


1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewarship) manajemen. Kepengurusan merujuk ke tanggungjawab manajer untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.


2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.


3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari secara efektif dan efisien.


f. Konsep ICT dalam dunia pendidikan


Information and Communication Technologies (ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.[26] Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.


Pendidikan juga diartikan sebagai proses menjadi, yakni menjadikan seseorang menjadi dirinya sendiri yang tumbuh sejalan dengan bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik secara manusiawi agar mempunyai kepribadian unggul,[27] pendidikan juga sebagai wahana kompleks bagi setiap individu untuk belajar dalam mencapai berbagai macam kompetensi, ketrampilan, dan sikap.[28] Dalam rangka mewujudkan berbagai macam kompetensi, ketrampilan, dan sikap tersebut, pendidikan tidak terlepas dari sebuah tools dimana akan banyak berguna bagi perkembangan individu. Tools tersebut adalah teknologi, komunikasi, dan informasi (ICT).


1. Perangkat ICT Dalam Dunia Pendidikan


Efektivitas pemanfaatan teknologi informasi akan memberi kontribusi agar tugas-tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Pemanfaatan teknologi informasi juga dapat mengurangi resistensi human error, seperti lupa, turunnya presisi karena kelelahan-kelelahan lainnya.[29] ICT yang berbasis teknologi, informasi dan komunikasi memungkinkan setiap organisasi atau lembaga pendidikan dapat memperoleh kemanfaatanya tersendiri, keuntungan tersebut dinilai sebagai profit kompetitif dimana ICT sebagai pembelajaran yang efektif dan efisien dari berbagai arah dan model pendidikan.[30] Faktor efisiensi merupakan domain lain yang harus diperhatikan dalam dunia pendidikan. Faktor efisiensi dalam penggunaan teknologi informasi akan memberi kontribusi menurunkan biaya operasional (biaya produksi), karena ICT membantu perencanaan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada.[31]


Berikut ini adalah perangkat-perangkat ICT yang berkontribusi terhadap efisiensi dalam dunia pendidikan;


a) Buku Elektronik (e-book)[32]; adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book, dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie, sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional (buku teks cetak).[33]


b) E-Learning[34]; adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Secara umum, terdapat dua persepsi dasar tentang e-learning, yaitu: (a) Electronic based e-learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi terutama perangkat yang berupa elektronik, seperti film, video, kaset, OHP, slide, LCD Projector, tape, dan lain-lain sejauh menggunakan perangkat elektronik. (b) Internet based adalah pembelajaran dengan menggunakan fasilitas internet yang bersifat online sebagai instrumen utamanya, artinya memiliki persepsi bahwa e-learning haruslah menggunakan internet yang bersifat online, dengan artian pembelajaran tidak terbatas oleh jarak, ruang, dan waktu, bias dimana saja dan kapan saja (any where and any time).[35]


c) Web based-learning[36]; adalah sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antar muka web. Setiap orang dapat beraktifitas dengan fasilitas-fasilitas menu yang disediakan melalui situs-situs web dengan menampilkan informasi atau suatu materi pembelajaran. Para pengemban isi/konten (content developer), pengajar, dan pembelajarnya bertanggungjawab atas keberhasilan program pembelajaran tersebut. Ada empat jenis pembelajaran web based learning ini yang sedang berkembang, yaitu: (a) Free Course Commersial Advantage, (b) Commersial Course, (c) Learning Application Service Provider, (d) Learning Portal.[37]


2. Peranan ICT Dalam Sistem Pendidikan


Secara tidak langsung, ICT berpengaruh terhadap perkembangan kemajuan budaya pendidikan yang semakin mudah dan canggih, namun secara langsung ICT mempunyai beberapa strategi yang dapat merubah paradigma dalam sistem pendidikan secara 180%.


Perkembangan ICT dalam dunia pendidikan telah merubah dan menciptakan tradisi budaya baru dalam peradaban umat manusia. Perubahan yang diakibatkan oleh ICT ini lebih dahsyat dibandingkan dengan perubahan dari era pertanian menjadi era industri yang diawali dengan revolusi Perancis pada tahun 1789. Dunia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dari kejauhan beribu-ribu kilometer setiap orang dapat saling berinteraksi satu sama lain, baik berupa suara, teks, gambar, video, dan lain-lain.[38]


Namun sejatinya, hadirnya ICT dalam sistem pendidikan membawa misi dimana misi tersebut digunakan oleh setiap individu (baik pemerintah, masyarakat, ataupun perseorangan) untuk mendongkrak strategi agar dapat memajukan pendidikan. Berikut ini adalah analisis yang ditemukan oleh penulis berkaitan dengan strategi masuknya ICT dalam sistem pendidikan.


1) Strategi Keungulan Kompetitif


Setiap lembaga pendidikan yang terjun di dalam persaingan organisasi, pasti akan merasakan kerasnya persaingan dalam bertahan hidup dan meraih prestas yang gemilang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan atau lembaga pendidikan yang baru berdiri banyak yang stagnan di tempat, bahkan untuk bertahan hidup saja mereka sulit mempertahankannya.[39]


Suatu organisasi atau lembaga pendidikan atau perusahaan dikatakan mempunyai keunggulan kompetitif bilamana memiliki “sesuatu” yang “lebih” atas pesaingnya dalam menarik konsumen dan mempertahankan kualitas dirinya. Sumber keunggulan bersaing dapat berupa: lembaga pendidikan yang menhasilkan mutu lulusan yang terbaik, memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, memberikan tarif pendidikan namun berkualitas tinggi, mempunyai lokasi yan strategis, mempunyai teknologi yang tepat guna, atribut spesialis program pendidikan yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan tuntutan dunia kerja, akreditasi lembaga pendidikan yang sudah teruji dan unggul, dan lain-lain.[40]


Hal tersebut terletak pada sistem informasi strategis yang dapat merubah organisasi lembaga pendidikan menuju pola dan budaya baru sehingga terbentuk kualitas yang memang handal. Berhasil menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif merupakan hal yang menantang dan membutuhkan koordinasi yang tepat atas teknologi, informasi, dan manajemen.[41] Dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada pengunaan informasi untuk meningkatkan pangsa pasar.[42] Keunggulan kompetitif dapat diwujudkan dalam bentuk keunggulan-keunggulan di bidang strategis, taktikal, dan operasional. Pada tingkat lembaga pendidikan yang mempunyai manajerial tinggi, tingkat strategis, arah tujuan informasi dapat mengubah arah lembaga pendidikan. Pada tingkat taktikal, manajer atau pemimpin lembaga pendidikan dapat memberi batasan bagaimana perencanaan strategis diimplementasikan. Pada tingkat operasional, manajer atau pemimpin lembaga pendidikan dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai cara untuk memperoleh data dan mengolah informasi.[43]


Dalam strategi keungulan kompetitif ini, juga terdapat strategi yang dapat mendongkrak laju perkembangan lembaga pendidikan ke arah yang lebih kompetitif. Ada lima strategi bersaing yang patut untuk di perhitungkan:


a. Strategi Biaya Paling Rendah (a low-cost leadership strategy). Strategi ini adalah strategi ampuh untuk pasar dan stakeholeder pendidikan yang sensitif mengenai tarif pendidikan. Tujuan strategi tersebut adalah agar lembaga pendidikan mempunyai keunggulan biaya yang terus menerus atas pesaing lembaga pendidikan yang lainnya.[44]


b. Strategi Berbeda Secara Luas (a broad differentiation strategy).[45] Strategi ini adalah jurus ampuh di dalam ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan hendaknya mempunyai ciri khusus yang berbeda secara keseluruhan dengan lembaga pendidikan lainnya.


c. Strategi Ofensif Untuk Mengamankan Keunggulan Bersaing. Strategi ini terbilang agak “nakal”, dikarenakan strategi bersaing ini agak memojokkan dengan mengumbar-umbar keunggulan dan kemampuan demi peningkatan kredibilitas dan kepercayaan dari masyarakat. Ada 5 langkah yang digunakan oleh strategi ini, yaitu: (1) menyerang kekuatan lawan, (2) menyerang kelemahan lawan, (3) menyerang serentak pada berbagai sisi/front, (4) menyerang frontal, dan (5) menyerang secara gerilya.[46]


d. Strategi Defensif Untuk Melindungi Keunggulan Bersaing. Strategi ini bukan diutamakan untuk mengungulkan kemampuan, melainkan adalah bagaimana mempertahankan keunggulan yang selama ini melekat di hati masyarakat, yaitu dengan loyalitas masyarakat terhadap lembaga pendidikan.[47]


e. Strategi Integrasi Vertikal.[48] Strategi ini adalah meningkatkan keunggulan bersaing dengan memperluas aktivitas, program, dan hasil dari berdirinya lembaga pendidikan.


2) Strategi Keungulan Dalam Pembelajaran


a) Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning) Berbasis Online dan Web


Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 ayat 15 menyebutkan salah satu keunggulan ICT dalam keunggulan pembelajaran:“Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain”.[49]


Secara sistem pendidikan memang ICT sudah merupakan keunggulan dalam pembelajaran seperti yang dijelaskan dalam ayat 15 di atas, maka dalam hal ini para praktisi ICT berusaha menterjemahkan ayat 15 ke dalam bentuk program atau prototipe guna menunjang pembelajaran yang lebih efektif. Para ahli telah menelaah tersebut yaitu pembelajaran berbasis online dan web.

Pembelajaran jarak jauh berbasis online adalah pembelajaran yang materi pembelajarannya, tatap muka, dan peralatan menggunakan sistem online yaitu dengan internet, baik dengan media sosial (social media) seperti google akun, facebook, skype, WeChat, dan lain-lain yang didukung oleh beberapa peralatan yang memungkinkan pendidik dan peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara terpisah berdasarkan tempat dan wilayah, sehingga pendidikan tidak terbatas ruang, waktu dan tempat yang membatasinya.[50]


Sedangkan pembelajaran jarak jauh berbasis web (web based distance learning) adalah pembeajaran yang dilakukan dengan bantuan web dan internet sebagai penunjang utama dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), materi yang disampaikan lebih kepada konten (isi) yang lebih terstruktur, tersistem, dan sudah direncanakan sesuai dengan silabi perkuliahan/pembelaaran.[51]


b) Kurikulum Berbasis ICT

Secara eksplisit sebenarnya kurikulum berbasis ICT awal mulanya sudah termaktub dalam perkembangan kurikulum dalam prinsip-prinsipnya. Dalam hal ini prinsip tersebut adalah: “Berpusat Pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Peserta Didik dan Lingkungannya”. Yaitu kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik agar kompetensinya berkembang menuju pencapaian tujuan pendidikan, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Untuk itu pembelajaran perlu dikemas sedemikian rupa sehingga mampu menarik dan merangsang peserta didik.[52]


Dalam Islam pun sebenarnya sudah diterangkan mengenai hal ini dengan sebuah hadis sebagai berikut:

Artinya : “Ajarilah anak-anakmu yang sesuai dengan zaman mereka, karena mereka diciptakan pada zaman mereka sendiri dan mereka berbeda dengan zaman kamu”.[53]

Hadis tersebut telah mengisyaratkan bahwa memang seharusnya peserta didik di zaman sekarang ini wajib mengenal ICT sebagai kebutuhan bekal dalam perjalan kehidupan mereka kelak.

Kurikulum berbasis ICT sudah lama terjadi dengan mengaitkan antara kurikulum dengan teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran adalah suatu cara sistematik tentang perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar dalam kerangka-kerangka tujuan khusus, berdasarkan penelitian dalam belajar dan komunikasi dan menggunakan sumber daya yang ada. Dalam pembelajaran, teknologi pendidikan berupa perangkat keras dan perangkat lunak sebagai alat yang membantu peserta didik belajar secara individual. Bentuk-bentuk pembelajaran secara individual ini dapat dilihat da;lam pembelajaran modul ataupun pembelajaran dengan bantuan komputer (computer asisted instruction-CIA).[54] Misalnya di dalam kelas sudah dipersiapkan beberapa peralatan komputer, scan, internet, dan LCD Projector untuk menjelaskan dan meneliti tentang molekul mikrobilogi di dalam kelas.








[1] Lee Yong Tay, Siew Khiaw Lim, Cher Ping Lim dan Joyce Hwee Ling Koh, Pedagogical approaches for ICT integration into primary school English and mathematics: A Singapore case study, (Australian Journal of Educational Technology: 2012, 28(4), 740-754.


[2] Khalid Addullah Bingimlas, Barriers Successful Integration of ICT im Teaching and Learning Environments: A Review of Literature (Eurasia Journal of Mathematics, Science & Tecnology Education, March 2009, 5 (3) PP235-245).


[3] Philip Achimugu, Oluwatolani Oluwagbemi dan Adeniran Oluwaranti, An Evaluation of the Impact of ICT Diffusion in Nigeria’s Higher Educational Institutions, (Journal of Information Technology Impact: Vol. 10, No. 1, pp. 25-34, 2010).


[4] Maureen Jackson, The Impact of ICT on the Development of Information Literacy by Students in Further Education, (Journal of eLiteracy, Vol 2 (2005) 15-26).


[5] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 2-3.


[6] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 2-3.


[7] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 2-3.


[8] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 4.


[9] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 4.


[10] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 4.


[11] Husaini Usman, Manajemen: Teori, Praktek dan Riset pendidikan, (Jakarta, Bumi Aksara, 2006), 3.


[12] James A.F stoner dan R. Edwart Freeman, Manajemen, New Jersey: Prentice Hall, Terjemahan Indonesia oleh Wilhelmus W. Bakowatun dan Benyamin Molan, Manajemen, (Jakarta, Intermedia, 1994), 10.


[13] Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Medua, 2008), 3.


[14] Hendyat Sutopo, Manajemen Pendidikan, Bahan Kuliah Manajemen Pendidikan Bagi Mahasiswa S2, (Malang: Pascasarjana-UIN Malang, 2001), 1-2.


[15] Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen pendidikan,...., 4.


[16] Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2008), 30.


[17] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 12.


[18] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 12.


[19] George M. Scott, Principles of Management Information System. (Terj. Prinsip-Prinsip Informasi Manajemen), Jakarta: PT. RajaGarfindo Persada, Hal.69.


[20] Eti Rochaety dkk, Sistem Informasi ...., 13.


[21] Kusrini & Andri Koniyo, Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akutansi dengan Visual Basic & Microsoft SQL Server (Yogyakarta: Andi, 2007), 9.


[22] Deni Darmawan & Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi Manajemen (Bandung: RemajaRosdaKarya, 2013), 27.


[23] Deni Darmawan & Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi, ..., 73.


[24] Deni Darmawan & Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi, ..., 91.


[25] S. Gondodiyoto, Audit Sistem Informasi &Pendekatan COBIT. Edisi Revisi. (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2007), 124.


[26] www.wikpedia.org. Diakses tanggal 03 Maret 2020


[27] Dedy Mulyasana, Pendidikan yang Bermutu dan Berdaya Saing, (Bandung: Remaja RosdaKarya, 2011), 3.


[28] Baharuddin dan Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 11.


[29] Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi,..., 59.


[30] Jogiyanto HM dan Willy Abdillah, Sistem Tata Kelola Teknologi Informasi, (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), 250.


[31] Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi,..., 59.


[32] Jamal Ma‟mur Asmani, Tips Efektif,...., 128.


[33] Dengan teknologi ini, ratusan judul buku dapat disimpan dalam satu keping CD (Compact Disk) yang mempunyai kapasitas sekitar 700 MB, DVD (Digital Versatile Disk) yang mempunyai kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB.


[34] Jamal Ma‟mur Asmani, Tips Efektif,...., 129


[35] Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung: Alfabeta, 2009), 167.


[36] Munir, Pembelajaran Jarak,..., 233


[37] Elearning Kemenag


[38] Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung: Alfabeta, 2010), Hal. Iii (pengantar).


[39] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen Strategi Memenangkan Perang Bisnis, (Malang: Anggota IKAPI, 2005), 98.


[40] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,..., 98.


[41] Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon, Management Information System, penerjemah: Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P., (Jakarta: Salemba Empat, 2007), 129.


[42] Raymond McLeod Jr. Dan George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Indeks, 2007), 31.


[43] Raymond McLeod Jr. Dan George P. Schell, Sistem Informasi,...., 33


[44] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,...., 101.


[45] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,...., 106.


[46] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,...., 118.


[47] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,...., 122.


[48] Bambang Hariadi, Strategi Manajemen,...., 123.


[49] Sekretariat Negara RI, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, 2.


[50] Munir, Pembelajaran Jarak Jauh,...., 16.


[51] Munir, Pembelajaran Jarak Jauh,...., 17.


[52] Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung: Alfabeta, 2010), 35.


[53] (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, 1999: 213)


[54] Munir, Kurikulum,...., 41.
Admin Bloger

Semua ada ditangan kita.. jangan takut dengan perubahan

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post