MAKALAH KONSEP SUPERVISI AKADEMIK

MAKALAH
KONSEP SUPERVISI AKADEMIK



DOSEN PEMBIMBING : Dr. Hj. Siti Rodliyah, M.Pd










OLEH :


Adi Purwanto : 0849119032

Lailatur Rohmah : 0849119034











PASCASARJANA
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
2019














KATA PENGANTAR

Teriring do’a sebagai seorang hamba, segenap ikhtiar sebagai seorang khalifah, dan segala puji syukur milik Allah SWT, Pencipta semesta alam, yang menaburkan kehidupan dengan penuh hikmah. Dengan limpahan rahmat, taufik serta inayah-Nya, penulis diberikan kekuatan untuk menyeleseikan makalah yang berjudul “ Konsep Supervisi Akademik”.

Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, sang penerang umat, juga kepada keluarga yang mulia,sahabatnya yang tercinta dan umatnya yang setia akhir zaman semoga kita mendapat syafaat-Nya, Amien….

Selanjutnya dalam makalah ini kami akan mengulas sedikit tentang manajemen konsep supervise akademik, yang insyaa Allah menarik untuk diulas. Sebagaimana pepatah mengatakan Tiada gading yang tak retak, maka penyusun makalah inipun tentunya dijumpai banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur serta saran-saran penyempurnaan, agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi nilai dan manfaat bagi pendidikan studi Islam pada umumnya.




Jember , 27 Oktober 2019


Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................. 2
C. Tujuan Penelitian............................................................................... 2


BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian supervisi akademik............................................................ 
B. Konsep supervisi akademik................................................................. 
1. Perencanaan program supervisi akademik.................................. 
2. Teknik-teknik supervisi akademik............................................... 


BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... 
B. Saran................................................................................................ 




DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar belakang masalah
Salah satu tugas kepala sekolah dasar adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal. Oleh sebab itu, setiap kepala sekolah dasar harus memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik Karena salah satu dimensi kompetensi yang harus dikuasai kepala sekolah adalah dimensi supervisi akademik. Dari delapan kompetensi pada dimensi akademik yang harus dimiliki kepala sekolah adalah kompetensi yang berkenaan dengan pemahaman utuh tentang proses belajar dan pembelajaran. Karena kepala sekolah dituntut untuk dapat memberikan pengarahan profesional pada masalah belajar dan pembelajaran yang terjadi di kelas. Hal ini sejalan dengan Acheron dan Gall (1987) yang mengatakan bahwa tujuan supervisi adalah untuk meningkatkan interaksi tatap muka dan membangun hubungan antara guru dan pengawas.
Supervisi akademik merupakan kegiatan pembinaan dengan memberi bantuan teknis kepada guru dalam melaksanakan proses.pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut Blumberg (1980) dan Cogan (1973) peningkatan kualitas pembelajaran guru akan meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Sehingga pembinaan dan pemberian dampingan secara kesinambungan yang dilakukan oleh kepala sekolah akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru dan akan berdampak pada kualitas hasil belajar peserta didik. 




B. Rumusan masalah
1. Apa perencanaan program supervisi akademik?
2. Apa saja teknik-teknik supervisi akademik?


C. Tujuan masalah
1. Mampu memahami perencanaan supervisi akademik
2. Mampu memahami teknik-teknik supervisi akademik



BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Supervisi Akademik
Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al; 2007). 
Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah antara lain adalah sebagai berikut:
a. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan
b. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
c. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.
d. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.
e. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran.
f. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.
Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas.[1]
Secara etimologis kata supervisi berasal dari kata bahasa Inggris, supervision yang berarti pengawasan. Kata ini berasal dari dua kata yaitu super dan vision yang berarti melihat dengan teliti pekerjaan secara keseluruhan. Awalnya istilah supervisi di mengerti secara tradisional yaitu sebagai suatu pekerjaan mengntrol, memeriksa dan mengawasi dengan mencari-cari kesalahan melalui tindakan memata-matai dalam rangka perbaikan pekerjaan yang telah diberikan.
Sedangkan kata akademi berasal dari bahasa Inggris academy dan bahasa Latin academia (Yunani: academia) yang mempunyai beberapa arti salah satunya berarti suatu masyarakat atau kumpulan orang-orang terpelajar. Akademik bisa juga diartikan sebagai hal yang bersifat teoritis bukan praktis, kajian yang lebar dan mendalam bukan kajian teknis dan konvesional dan sangat ilmiah. Kata akademik dalam konteks sekolah dipertautkan dengan segala hal yang berhubungan dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Sehingga kegiatan akademik adalah kegiatan selama proses pembelajaran dan hal-hal lain yang terkait dengan itu misalnya penyususunan jadwal akademik pembelajaran dan silabusnya. Sedangkan supervisi akademik adalah supervisi yang mengarah pada pengendalian dan pembinaan bidang akademik melalui kegiatan dan proses pembelajaran di sekolah agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Dengan demikian Supervisi Akademik adalah kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi dalam upaya meningkatkan kualitas produk didik melalui usaha memotivasi, membina dan mengarahkan orang-orang yang terkait dengan kegiatan akademik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervisi akademik sangat penting dan harus dilaksanakan secara kontinu oleh kepala sekolah kepada para pendidik. Sebab dengan supervisi akademik dapat memperbaiki kinerja pendidik yang muaranya dapat meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri.



B. Konsep Supervisi Akademik
1. Perencanaan program supervisi akademik
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.[2]


Salah satu tugas kepala sekolah adalah merencanakan supervisi akademik. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah harus memiliki kompetensi membuat perencanaan program supervisi akademik. Selain itu, pengawas sekolah dan guru juga perlu mengetahui dan memahami konsep perencanaan supervisi akademik karena mereka terlibat dalam pelaksanaan supervisi akademik disekolah. Perencanaan supervisi akademik ini sangat penting karena dengan perencanaan yang baik, maka tujuan supervisi akademik akan dapat tercapai dan mudah mengatur ketercapaiannya.[3]
Perencanaan dalam fungsi manajemen pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan menjadi salah satu fungsi pada urutan pertama. Demikian juga dalam perencanaan supervisi akademik yang memiliki posisi yang sangat penting dalam rangkain proses supervisi akademik. Perencanaan program supervisi akademik adalah menyusun dokumen perencanaan pemantauan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Perencanaan supervisi akademik memiliki berbagai macam manfaat yang sangat berguna bagi supevisor. Adapun manfaat perencanaan program supervisi akademik yaitu:


a. Pedoman pelaksanan dan pengawasan akademik.
b. Untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah tentang program supervisi pendidikan.
c. Penjamin penghematan dan keefektifan pengunaan sumber daya sekolah (tenaga, waktu, dan biaya).[4]


2. Teknik-Teknik Supervisi Akademik


Melaksanakan supervisi akademik dalam rangka perbaikan pembelajaran menjadi salah satu tugas supervisor (pengawas dan kepala sekolah). Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan ketrampilan konseptual, interpersonal, dan teknikal (Glickman, at al: 2007). Oleh sebab it, setiap kepala sekolah harus memiliki ketrampilan teknikal berupa kemampuan menerapkan teknik-teknik supervisi yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik. Teknik- teknik supervisi akademik ada dua macam, yaitu: individual dan kelompok (Gwyn, 1961).










Teknik-teknik supervisi akademik ada dua macam yaitu:


1) Teknik Supervisi individual


Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Teknik supervisi individual ada lima macam, yaitu: Kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendiri.


a. Kunjungan kelas


Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. 


1) Melaksanakan kunjungan kelas


Cara melaksanakan kunjungan kelas adalah sebagai berikut:


a) Dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tergantung sifat tujuan dan masalahnya.


b) Atas permintaan guru bersangkutan.


c) Sudah memiliki instrumen atau catatan-catatan.


d) Tujuan kunjungan harus jelas


2) Tahap-tahap kunjungan kelas


a) Tahap persiapan. Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas.


b) Tahap pengamatan selama kunjungan. Pada tahap ini, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran yang sedang berlangsung.


c) Tahap akhir kunjungan. Pada tahap ini, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi.


d) Tahap terakhir adalah tahap tindak lanjut.


3) Kreteria kunjungan kelas


Kunjungan kelas menggunakan enam kriteria, yaitu:


a) Memiliki tujuan-tujuan tertentu.


b) Menungkapkan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kemampuan guru.


c) Mengunakan instrumen observasi untuk mendapatkan data yang objektif.


d) Terjadi interaksi antar pembina dan yang dibina sehingga menimbulkan sikap saling pengertian.


e) Pelaksanaan kunjungan kelas tidak mengganfu proses pembelajaran.


f) Pelaksanaannya diikuti dengan program tindak lanjut.


b. Observasi kelas


Observasi kelas adalah mengamati proses pembelajaran secara teliti dikelas:


1. Aspek-aspek yang di observasi didalam kelas 


a) Usaha-usaha dan aktifitas guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.


b) Cara menggunakan media pengajaran.


c) Variasi pentas seni.


d) Ketetapan penggunaan media dengan materi.


e) Ketetapan penggunaan metode dengan materi.


f) Reaksi mental para peserta didik dalam proses belajar mengajar.


2. Pelaksanaan observasi kelas


a) Persiapan


b) Pelaksanaan


c) Penutupan


d) Penilaian observasi


e) Tindak lanjut. Supervisior: Sudah siap dengan instrumen observasi, menguawasai masalah dan tujuan supervisi, dan observasi tidak mengganggu proses pembelajaran. 


c. Pertemuan individual


Pertemuan indiviual adalah suatu pertemuan, percakapan, dialog,dan tukar pikiran antara supervisior dan guru.


a) Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi.


b) Mengembangkan hal belajar yang lebih baik.


c) Memberbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru.


d) Menghilangkan atau menghindari segala prasangka


d. Kunjungan antar kelas


Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung kekelas yang lain disekolah itu sendiri. Adapun cara-cara melaksanakan kunjungan antar kelas adalah sebagai berikut:


a) Harus direncanakan.


b) Guru-guru yang akan dikunjungi harus seleksi.


c) Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi.


d) Sediakan fasilitas yang diperlukan.


e) Supervisior hendaknya mengikuti acara ini dengan pengawasan yang cermat


f) Segera aplikasikan kesekolah atau kekelas guru yang bersankutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi.


g) Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antsr kelas berikutnya.


e. Menilai diri sendiri


Menilai diri sendiri adalah penilaian diri yang dilakukan oleh diri sendiri secara objektif. Adapun cara-cara menilai diri sendiri adalah sebagai berikut:


a) Suatu daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada para peserta didik untuk menilai pekerjaan atau suatu aktifitas.


b) Menganalisis tes-tes terhadap unit kerja.


c) Mencatat aktifitas para peserta didik dalam suatu catatan, baik mereka bekerja secara individu maupun secara kelompok.


2) Teknik supervisi kelompok


Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru yang diduga sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah kebutuhan atau kelemahan yang sama, Dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu. Menurut Gwynn (1961), ada tiga belas teknik supervisi kelompok yaitu: 


a. Kepanitiaan-kepanitiaan


b. Kerja kelompok


c. Laboratorium dan kurikulum


d. Membaca terpimpin


e. Demonstrasi pembelajaran


f. Darmawisata


g. Kuliah/studi 


h. Diskusi panel


i. Perpustakaan


j. Organisasi profesional


k. Buletin supervisi


l. Pertemuan guru


m. Lokakarya atau konferensi kelompok


Tidak satupun di antara teknik-teknik supervisi individual atau kelompok di atas yang cocok atau bisa diterapkan untuk semua pembinaan guru di sekolah. Oleh sebab itu, seorang kepala sekolah harus mampu menetapkan teknik-teknik mana yang sekiranya mampu membina keterampilan pembelajaran seorang guru. Untuk menetapkan teknik-teknik supervisi akademik yang tepat tidaklah mudah. Seorang kepala sekolah, selain harus mengetahui aspek atau bidang keterampilan yang akan dibina, juga harus mengetahui karakteristik setiap teknik di atas dan sifat atau kepribadian guru sehingga teknik yang digunakan betul-betul sesuai dengan guru yang sedang dibina melalui supervisi akademik. Sehubungan dengan kepribadian guru, Lucio dan McNeil (1979) menyarankan agar kepala sekolah mempertimbangkan enam faktor kepribadian guru, yaitu kebutuhan guru, minat guru, bakat guru, temperamen guru, sikap guru, dan sifat-sifat somatic guru.






C. SARAN KRITIS


Penyusun menyarankan beberapa hal terkait supervisi akademik diatas seperti:


· Supervisi akademik harus dilaksanakan secara kontinu oleh kepala sekolah kepada para pendidik. Sebab dengan supervisi akademik dapat memperbaiki kinerja pendidik yang muaranya dapat meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri. .


· Perencanaan program supervisi akademik yang baik.


· Menggunakan teknik-teknik supervisi dalam melaksanakan supervisi akademik.













BAB III


PENUTUP






A. Kesimpulan


1. Perencanaan dalam fungsi manajemen pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan menjadi salah satu fungsi pada urutan pertama. Demikian juga dalam perencanaan supervisi akademik yang memiliki posisi yang sangat penting dalam rangkain proses supervisi akademik. Perencanaan program supervisi akademik adalah menyusun dokumen perencanaan pemantauan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manfaat perencanaan program supervisi akademik yaitu:


a. Pedoman pelaksanan dan pengawasan akademik.


b. Untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah tentang program supervisi pendidikan.


c. Penjamin penghematan dan keefektifan pengunaan sumber daya sekolah (tenaga, waktu, dan biaya)


2. Teknik-teknik supervisi akademik ada dua macam yaitu : Teknik Supervisi Individual dan Teknik Supervisi Kelompok. Teknik supervisi individual ada lima macam, yaitu: Kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendiri. Sedangkan Teknik Supervisi Kelompok Menurut Gwynn (1961), ada tiga belas teknik supervisi kelompok yaitu: Kepanitiaan-kepanitiaan, Kerja kelompok, Laboratorium dan kurikulum, Membaca terpimpin, Demonstrasi pembelajaran, Darmawisata, Kuliah/studi , Diskusi panel, Perpustakaan, Organisasi profesional, Buletin supervisi, Pertemuan guru, Lokakarya atau konferensi kelompok.


























B. SARAN


Pada saat pembuatan makalah Penulis menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber Penulis akan memperbaiki makalah tersebut . Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.






















DAFTAR PUSTAKA


Blumberg, A.(1980).Supervisiors and teachers : A private cold war (2nd ed) Berkeley, CA : McCutchan


Cogan,M.(1973). Clinical supervision. Boston : Houghton-Mifflin.practices for helping teachers. New York: Holt, Rinehart and Winston


Glickman, C.D., Gordon, S.P., and Ross-Gordon, J.M. (2007). Supervision and Instructional Leadership A Development Approach. Seventh Edition. Baston: Perason.


Gwynn, J.M. (1961). Theory and practice of Supervision. New York: Dodd, Mead & Company.


Lantip Diat Prasojo & Sudiyono, Supervisi Pendidikan, Yogyakarta: Gava Media, 2011.


Lucio H. William. (1979). Supervision in Thought in Action. Third edition. New York: Mc. Graw Hill Book Company.


Sergiovanni, T.J. (1982). Supervision of Teaching. Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development.




















[1] Lantip Diat Prasojo & Sudiyono,(2015), Supervisi Pendidikan,Yogyakarta:Gava Media, hal.82


[2] Lantip Diat Prasojo & Sudiyono,(2015), Supervisi Pendidikan,Yogyakarta:Gava Media, hal.84


[3] Lantip Diat Prasojo & Sudiyono,(2015), Supervisi Pendidikan,Yogyakarta:Gava Media, hal. 95


[4] Lantip Diat Prasojo & Sudiyono,(2015), Supervisi Pendidikan,Yogyakarta:Gava Media, hal. 96

Admin Bloger

Semua ada ditangan kita.. jangan takut dengan perubahan

Previous Post Next Post