METODE PENELITIAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ICT DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH

A. METODE PENELITIAN 

1. Pendekatan dan jenis penelitian 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan studi kasus (case study). Adapun menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini berusaha untuk menganalisis bagaimana implementasi manajemen sistem informasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. Menurut Bidgan dan Taylor bahwa pendekatan kualitatif merupakan proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang dapat diamati.[1]

Menurut Bogdan dan Biglen,[2] menyatakan bahwa penelitian memiliki ciri-ciri: (a) penelitian kualitatif dilakukan pada latar alamiah (the natural setting) sebagai sumber data dan peneliti merupakan instrumen kunci (key instrument); (b) bersifat deskriptif yaitu menggambarkan situasi tertentu atau data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar dari angka; (c) lebih memperhatikan proses ketimbang hasil atau produk semata; (d) dalam menganalisa datanya cenderung secara induktif; dan (e) makna merupakan soal essensial bagi penelitian kualitatif. 

Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat mengenal subyek secara mendalam tanpa terikat oleh suatu variable atau hipotesis tertentu karena adanya pelibatan langsung dengan subyek di lingkungan subyek. Pelibatan langsung ini dapat mengeksplorasi secara utuh implementasi manajemen sistem informasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian Deskriptif, karena penulis mengadakan penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Manajemen Sistem Informasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. Penelitian ini juga diarahkan untuk mengungkapkan bagaimana pihak madrasah dalam memadukan antara ICT dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan manajerial, maka dipandang tepat untuk digunakan rancangan studi kasus observasional dengan strategi studi kasus. Menurut Bogdan dan Biglen rancangan penelitian berupa studi kasus berusaha mendeskripsikan suatu latar, obyek atau peristiwa tertentu secara rinci dan mendalam. 

Proses penelitian ini dimulai dengan eksplorasi yang luas, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data yang terseleksi dan terfokus dan akhirnya data tersebut dianalisis, sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang komprehensif mengenai implementasi manajemen sistem informasi di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. 



2. Lokasi Penelitian 

Lokasi yang menjadi tempat penelitian ini adalah MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. Madrasah ini merupakan salah satu bagian bagian dari Yayasan Darus Shibyan Salafiyyah yang bergerak dalam bidang pendidikan. Yayasan Darus Shibyan Salafiyyah sendiri masih menaungi satu lembaga pendidikan yaitu: MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember yang berlokasi di Jl. Umbulsari No. 17 Karangduren balung Jember. MA Darus Shibyan ini sudah memposisikan diri sebagai madrasah yang menerapkan IT. Hal ini tercermin dari tagline yang digunakan yaitu “Bernuansa Islami, Berbasis IT, dan Berwawasan Lingkungan”. 

3. Kehadiran Peneliti 

Kehadiran peneliti di lapangan, tidak lain merupakan syarat yang wajib dilakukan oleh peneliti kualitatif, guna memperoleh data yang obyektif yang mendalam dengan mengamati sekaligus mendengar secara cermat. Dengan demikian peneliti sebagai pengamat sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari subyeknya pada setiap situasi yang diinginkannya untuk dapat dipahami.[3] Maka dari itu dalam penelitian ini, peneliti akan mengamati langsung ke lokasi penelitian, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang di ada di tempat penelitian, guna mendapatkan informasi yang valid dan sesuai dengan data perkembangan yang telah di dapatkan pada pengamatan awal. 

Berdasarkan pendapat tersebut, untuk mengumpulkan data sebanyak- banyaknya peneliti terjun langsung dan membaur dalam komunitas subyek penelitian. Peranan peneliti sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan data, peneliti realisasikan dengan mengamati dan berdialog secara langsung dengan beberapa pihak dan elemen yang berkaitan. Selama di lapangan, peneliti melakukan pengamatan berperan serta, sebagaimana didefinisikan oleh Bogdan yang dikutip Moleong, bahwa: 

“Pengamatan berperan serta sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dengan subjek dalam lingkungan subjek, dan selama itu data dala bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan”[4]



Kehadiran peneliti mutlak diperlukan, karena disamping peneliti kehadiran peneliti juga sebagai pengumpul data. Sebagaimana salah satu ciri penelitian kualitatif dalam pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti.[5] Sedangkan kehadiran peneliti dalam penelitian ini sebagai pengamat partisipan/berperanserta, artinya dalam proses pengumpulan data peneliti mengadakan pengamatan dan mendengarkan secara secermat mungkin sampai pada yang sekecil-kecilnya sekalipun.[6]









4. Sumber Data Penelitian 

Dalam rangka pencarian data, terlebih dahulu yang harus ditentukan adalah sumber data “subjek dari mana data dapat diperoleh penelitiannya”.[7] Sumber data merupakan bagian penting dari sebuah penelitian, karena ketepatan memilih dan menentukan sumber data akan membentuk ketepatan dan kekayaan data yang diperoleh. 

Menurut pernyataan Lofland yang dikutip oleh Moleong, “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistic”.[8] Berdasarkan pengertian tersebut dapat dapat dimengerti bahwa yang dimaksud dengan sumber data adalah dari mana peneliti akan mendapatkan dan menggali informasi berupa data-data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian. 

5. Teknik Pengumpulan Data 

Untuk memperoleh data yang benar dan akurat dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan beberapa metode yang antara lain sebagai berikut: 

a. Metode Observasi 

Metode observasi adalah pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala yang dihadapi (diselidiki) baik pengamatan itu dilaksanakan dalam situasi buatan yang harus diadakan.[9] Dalam penelitian kualitatif observasi (pengamatan) dimanfaatkan sebesar- besarnya. 

Dalam penelitian ini agar data yang didapatkan lebih akurat, maka penulis menggunakan observasi partisipan, dimana penulis betul- betul turut ambil bagian dalam perikehidupan orang-orang yang diobservasi.[10] Penulis disini mengamati betul terhadap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi penerapan ICT di MA Darus Shibyan Karangduren Balung Jember. 

b. Teknik wawancara mendalam (In depth interview) 

Interview atau wawancara mendalam (Indept Interview) dilakukan beberapa kali guna mendapatkan informasi yang utuh tentang tentang fokus penelitian. Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).[11] Tehnik wawancara seperti ini “Unstructured Interview”, wawancara yang tidak terikat pada pertanyaan yang sudah disediakan, tapi lebih bersifat bebas dan leluasa. Fokus pertanyaan ditujukan kepada: 

1) Kepala madrasah 

2) Staf IT 

3) Perwakilan guru 

4) Perwakilan siswa 

c. Tehnik Dokumentasi 

Studi dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data non manusia yang berkaitan dengan fokus masalah. Jadi metode ini peneliti gunakan untuk menggali data kualitatif yang biasanya didokumentasikan untuk mendukung kelengkapan penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa :“dalam melaksanakan metode dokumenter, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan- peraturan notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.[12]

Adapun data yang diperoleh oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 

Ø Sejarah berdirinya obyek penelitian 

Ø Denah lokasi obyek penelitian 

Ø Struktur organisasi obyek penelitian 

Ø Data guru, murid, dan tenaga umum lainnya. 

Ø Dan lain sebagainya 

6. Teknik Analisa Data 

Data yang telah terkumpul itu kemudian dianalisis melalui metode deskriptif kualitatif yaitu suatu pengambilan kesimpulan terhadap suatu objek, set kondisi, sistem pemikiran, gambaran secara sistematis, faktual serta hubungannya dengan fenomena yang dianalisis.[13] Dengan analisa data akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang keadaan obyek dan hasil yang diteliti. Dalam proses analisis data, menurut Hamid Patalima, peneliti harus memperhatikan: 

Ø Transkip wawancara 

Ø Transkip diskusi kelompok terfokus 

Ø Catatan lapangan dari pengamatan 

Ø Catatan harian penelitian 

Ø Catatan kejadian penting dari lapangan 

Ø Memo dan refleksi peneliti 

Ø Rekaman Video.[14]



Dalam penelitian, data yang diperoleh sebagian besar adalah data hasil dokumenter dan wawancara dengan semua pihak yang terkait dengan penerapan ICT di madrasah. Adapun untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan analisa data yang sesuai yaitu analisa data deskriptif kualitatif yang memiliki pengertian bahwa analisis yang tidak menggunakan model matematika, model statistik, dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya. Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran.[15]

Dari rumusan diatas dapat penulis simpulkan bahwa analisis data bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data, yaitu: pengumpulan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penyimpulan. Sebagaimana diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto, data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya.[16]

a. Reduksi data 

Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian dalam penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data ”kasar” yang diperoleh di lapangan. Kemudian reduksi data ini dilakukan secara berkesinambungan mulai dari awal sampai akhir pengumpulan data. Data yang telah direduksi dilanjutkan dengan membuat ringkasan, pemberian singkatan, pengkodean, pengkategorian, pengelempokan, mengklasifikasikan, menelusuri tema, penentuan batas permasalahan dan pembuatan memo. 

b. Penyajian data 

Penyajian data dalam penelitian adalah proses penyusunan informasi yang kompleks ke dalam bentuk yang sisitematis, sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif serta dapat difahami maknanya. Hal ini dilakukan untuk menentukan pola-pola yang bermakna, serta mamberikan kemungkinan adanya pemberian kesimpulan dan pengambilan tindakan. Sedangkan data yang disajikan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan fokus penelitian yang ada dalam penelitian. 

Hal tersebut diatas senada dengan penjelasan dari Milles dan Huberman mengenai penyajian data yang dimaknai sebagai sekimpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan.[17]

c. Kesimpulan/verifikasi data 

Penarikan kesimpulan merupakan langkah terakhir dalam kegiatan analisa data dalam penelitian ini. Data yang telah direduksi dan diorganisir dalam bentuk sajian data, kemudian disimpulkan sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Setelah melalui berbagai proses analisis data, maka dilakukan penarikan kesimpulan verifikasi. Hal ini dimaksudkan bahwa makna-makna yang muncul dari data harus di uji kebenaran dan kecocokan. 

Dalam penelitian ini yang digunakan dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik), yaitu data yang dikumpulkkan dengan kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.[18] Yang bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai mengapa, alasan apa, bagaimana terjadinya. 

7. Keabsahan Data 

Pemeriksaan datanya dilakukan dengan teknik Triangulasi. Menurut Moleong Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Denzin membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.[19]

Demikian halnya dalam penelitian ini, secara tidak langsung peneliti akan menggunakan beberapa kriteria pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik pemeriksaan sebagaimana yang telah tersebut di atas, untuk membuktikan kepastian data. Yaitu dengan kehadiran peneliti sebagai instrumen itu sendiri, mencari tema atau penjelasan pembanding atau penyaing, membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, mengadakan wawancara beberapa orang yang berbeda, menyediakan data deskriptif secukupnya, dan diskusi dengan teman-teman sejawat. 

Pada tahapan ini merupakan tahapan yang penting dalam penelitian, dikarenakan dari beberapa data yang peneliti dapatkan dari beberapa informan dan sumber bisa saja tidak sama maka diperlukanlah pengecekan keabsahan temuan agar penelitian yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kenyataannya. 

Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang bisa dilakukan oleh peneliti, namun dalam penelitian ini tidak semua teknik yang peneliti gunakan. Sedangkan yang peneliti gunakan antara lain: 

a. Perpanjangan keikut sertaan 

Perpanjangan keikut sertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan d,ata tercapai.[20] Peneliti dituntut untuk terjun kelokasi dalam waktu yang cukup lama yang berguna untuk mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. 

Selain hal tersebut teknik ini juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. 

b. Triangulasi 

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. 

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunkan teknik triangulasi sebagai berikut: 

1) Triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.[21]

2) Tiangulasi metode, yaitu membandingkan penggunaan metode yang berbeda dan kemudian mengkaji kembali metode yang berbeda tersebut 









DAFTAR RUJUKAN 



Alhamuddin (Mahasiswa Univ. Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prodi Pengembangan Kurikulum), Artikel: Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). 

Bambang Hariadi, Strategi Manajemen Strategi Memenangkan Perang Bisnis, Malang: Anggota IKAPI, 2005. 

Fisseha Mikre, Review Article: The Roles of Information Communication Technologies in Education Review Article with Emphasis to the Computer and Internet (Ethiop. J. Educ. & Sc., Vol. 6 No 2, 2011). 

Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2010. 

Hamid Patalima, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: CV. Alfabeta, 2005. Hendyat Sutopo, Manajemen Pendidikan, Bahan Kuliah Manajemen Pendidikan Bagi Mahasiswa S2, Malang: Pascasarjana-UIN Malang, 2001. Husaini Usman, Manajemen Sekolah yang Efektif, Jakarta: Bumi Aksara, 2008. 

Husaini Usman, Manajemen: Teori, Praktek dan Riset pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara, 2006. 

James A.F stoner dan R. Edwart Freeman, Manajemen, New Jersey: Prentice Hall, Terjemahan Indonesia oleh Wilhelmus W. Bakowatun dan Benyamin Molan, Manajemen, Jakarta, Intermedia, 1994. 

Khalid Addullah Bingimlas, Barriers Successful Integration of ICT in Teaching and Learning Environments: A Review of Literature (Eurasia Journal of Mathematics, Science & Tecnology Education, March 2009, 5 (3) PP235- 245). 

Khusnuridlo, Metode dan Prosedur Penelitian, Jember: STAIN Jember Press, 2001. 

Lexy J.Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja RosdaKarya, 2002). 

M. Iqbal Hasan, Materi Metode Penelitian dan Aplikasinya, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002. 

Moh. Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indoneia, 1998. 

Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2008. 

Munir, Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era Globalisasi Pendidikan di Indonesia, (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan omunikasi (PTIK), Vol 2, No 2, 2009). 

Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung: Alfabeta, 2010. 

Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung: Alfabeta, 2009. 

Oxford, Learner’s Pocket Dictionary. 2005. (Newyork: Oxford University Press). Raymond McLeod Jr. Dan George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Indeks, 2007. 

Sandra J Kuryanti, Artikel: Penerapan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Dalam Proses Pembelajaran Di dunia Pendidikan. Sekretariat Negara RI, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS. 

Sondang P. Siagian, Kiat meningkatkan Produktivitas kerja (Jakarta: PT. Rieke Cipta, 2002). 

Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen pendidikan, Yogyakarta: Aditya Medua, 2008. 

Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002) 

Syed Noor-Ul-Amin, A Literature Review: An Effective use of ICT for Education and Learning by Drawing on Worldwide Knowledge, Research, and Experience: ICT as a Change Agent for Education. 

Winarno Surakhmad, Dasar-dasar dan Tehnik Research, (Bandung: Tarsito Karya, 1990 



[1] Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja RosdaKarya, 2002), 4. 


[2] Khusnuridlo, Metode dan Prosedur Penelitian, (Jember: STAIN Jember Press, 2001), 21. 


[3] Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), 166. 


[4] Lexy J.Moleong, Metodologi,...., 117. 


[5] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 11 


[6] Lexy J. Moleong, Metodologi..., 217 


[7] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian,..., 107. 


[8] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian,...., 112 


[9] Winarno Surakhmad, Dasar-dasar dan Tehnik Research, (Bandung: Tarsito Karya, 1990), 155. 


[10] Kartini Kartono, Pengantar Metode Riset Sosial, (Bandung: Mandar Maju, 1990), 162. 


[11] Moh. Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indoneia, 1998), 193-194. 


[12] Moh. Nazir, Metode...., 148. 


[13] Moh. Nazir, Metode ,..., 63. 


[14] Hamid Patalima, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV. Alfabeta, 2005), 88. 


[15] M. Iqbal Hasan, Materi Metode Penelitian dan Aplikasinya, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), 98. 


[16] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, 103. 


[17] Ibid, 17 


[18] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, 6. 


[19] Lexy J.Moleong, Metodologi, 330. 


[20] Mathew B Milles n hubberman, 34 


[21] Lexy J.Moleong, Metodologi, 330
Admin Bloger

Semua ada ditangan kita.. jangan takut dengan perubahan

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post